Oleh Satrio Arismunandar Tanggal 14 Februari, sebagian dari masyarakat akan merayakan Valentine's Day. Media massa (khususnya TV) akan penuh dengan berbagai acara bertema "Valentine" yang diterjemahkan dalam bentuk film-film romantis, atau "cinta." Para presenter akan muncul dengan busana warna merah jambu, membawa balon berbentuk "heart", berceloteh klise tentang "cinta", "rasa sayang," dsb....dsb... Beberapa tahun lalu malah pernah ada sebuah stasiun TV yang menurut saya sangat "lebay", karena menyimpangkan makna Hari Valentine. Stasiun TV itu memprofilkan keluarga seorang pejabat tinggi tingkat nasional, yang kebetulan sedang terpojok karena dituduh terlibat korupsi. Ditunjukkan oleh si TV presenter, betapa "rasa cinta" dari keluarga diberikan kepada sang terduga koruptor, dalam bentuk kekompakan dan dukungan moral pada si suami/ayah yang sedang "dirundung cobaan". Seolah-olah terduga koruptor itu di...