Oleh: Satrio Arismunandar Potensi pecahnya konflik militer dengan China, akibat perselisihan teritorial dan kedaulatan di kawasan Laut China Selatan, membuat sangat mendesak pagi Filipina untuk mempercepat modernisasi militernya. Militer Filipina, anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan tetangga di utara Indonesia ini, termasuk yang paling lemah --dengan alutsista yang usang-- di Asia. Kongres Filipina telah menyetujui peningkatan anggaran militer dari 2,6 triliun peso pada APBN 2015 menjadi 3 triliun peso atau atau senilai 63,4 miliar dollar AS pada APBN 2016. Presiden Benigno Aquino III tahun ini juga telah menggelontorkan dana sebesar 528 juta dolar AS untuk membeli fregat, pesawat pengintai, serta radar baru. Menurut prediksi situs kajian militer dan pertahanan IHS Jane, Filipina akan menghabiskan dana hingga 533 juta dollar AS untuk belanja pertahanan, suatu kenaikan dibandingkan belanja pertahanan tahun sebelumnya sebesar 435 juta dollar AS. Militer Filipina...