Inilah gunanya sejarah. Dibaca, dipelajari, disimak, supaya kita semua belajar untuk TIDAK terjerumus ke lubang yang sama. Kenapa tidak ada yang membahas dari "kemiripan" (copy paste?) pola kerusuhan SARA yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua dengan pola kerusuhan yang SUDAH pernah dilakukan di Ambon? Kita ingat konteks situasi Ambon pasca berhentinya Presiden Soeharto. Pemicunya juga sama: serangan ke orang Islam oleh kelompok "Kristen" justru pada hari Idul Fitri atau sesudah bulan puasa! (sebetulnya dalam pola intelijen, tidak penting siapa pelakunya karena bisa direkrut dari siapa saja dan dari mana saja, walau di-set up agar mencitrakan kelompok tertentu untuk memicu kerusuhan yang lebih luas). Menurut sumber-sumber, gerakan ke arah rusuh Ambon waktu itu sebetulnya sudah terendus oleh intelijen. Lantas kenapa kerusuhan besar dan saling bunuh bisa tetap terjadi di Ambon? Untuk pertanyaan ini, ada beberapa dugaan: 1) Kasus itu dianggap remeh, sehingga meski s...