Eksistensialisme adalah filsafat dan gerakan kesusastraan yang sebagian besar diidentifikasikan pada intelektual Perancis, Jean-Paul Sartre, dan memperoleh pengaruh cukup besar sesudah Perang Dunia II, terutama tahun 1945-1955. Makin lama, aliran ini tersebar ke seluruh Eropa, bahkan pengaruhnya meluas sampai ke benua-benua lain pula. Eksistensialisme secara populer diasosiasikan dengan keterkenalan yang dinikmatinya di Paris pada tahun 1940-an, ketika oposisi terhadap bentuk-bentuk dominasi yang tersirat pada kekuasaan dan ideologi didiskusikan dan mungkin dihidupkan di suasana khas kafe-kafe dan klub malam Paris. Identifikasi sebuah gerakan filosofis dengan gaya hidup itu berumur pendek, namun filsafat eksistensialisnya memiliki implikasi yang lebih luas daripada sekedar revolusi muda yang terkungkung dalam gerakan protes. Akar-akar eksistensialisme bervariasi, dan bisa ditemukan pada karya-karya pemikir religius Denmark Søren Kierkegaard, novelis Rusia Fyodor Dostoyevsky, dan filsu...