Oleh Satrio Arismunandar (Penggemar komik detektif Conan dan Kindaichi ) Saya hari Kamis (14 Agustus 2009) diwawancarai wartawan Tabloid Media Umat tentang pemberitaan kasus terorisme di berbagai media. Saya katakan, banyak wartawan dan media yang kurang kritis, sehinga sadar atau tak sadar akhirnya menelan mentah-mentah versi atau “arahan pemberitaan” dari pihak-pihak tertentu, khususnya dari aparat. Padahal banyak yang bisa dipertanyakan dari versi tersebut. Contoh yang sederhana adalah pernyataan tentang “adanya rencana teroris untuk membunuh Presiden SBY.” Mari kita analisis sinyalemen ini dengan logika sederhana. Saya mulai dengan mengajukan dua pertanyaan: Pertanyaan 1. Mana yang kira-kira lebih besar dampaknya terhadap kestabilan ekonomi dan politik nasional: Serangan bom ke Hotel JW Marriott ataukah pembunuhan presiden (jika betul-betul terlaksana)? Tampaknya kita bisa sepakat bahwa pembunuhan presiden akan berdampak jauh lebih besar. Daya terornya pasti sangat dahsyat. Jika...