Langsung ke konten utama

Humor - HONDA ACCORD YANG DIPARKIR DI DEPAN GEDUNG TRANS TV

Oleh Satrio Arismunandar

Indra Tri Puji, asprod Reportase Malam, Kamis malam tergopoh-gopoh menyampaikan pesan dari Satpam yang bertugas di lobby gedung Trans TV. "Siapa pemilik mobil Honda Accord di bawah, yang diparkir dekat kolam air mancur? Mobilnya menghalangi mobil operasional Trans TV. Tolong dipindahkan!" katanya kepada para producer dan asprod Reportase Pagi, yang sedang bekerja mengedit dan menulis naskah berita.
Seorang asprod Reportase Pagi dengan serius balik bertanya: "Mobil itu nomornya berapa?"
"Waduh, nggak tahu deh nomornya," sahut Indra.
"Itu Honda Accord type tahun 2002 atau 2009 terbaru?" tanya sang asprod lagi.
"Waduh, nggak jelas deh," sahut Indra lagi.
"Itu Honda Accord warna abu-abu metalik atau bukan?" pertanyaan ketiga dari si asprod.
"Warnanya kata si Satpam sih hitam, bukan metalik..."
"Ooohh, tampaknya bukan punya gue....," ujar si asprod.
"Memangnya Honda Accord elu warnanya apa?" tanya Indra Tri Puji, penasaran.
"Lho, sejak kapan gue naik Honda Accord? Gue kan ke kantor naik sepeda motor Honda bebek," ujar si asprod, kalem.
(Notes: karena ini cuma kisah humor rekaan, nggak perlu diinvestigasi siapa asprod tersebut)==================
Hikmah dari cerita ini:
Menyambut bulan Ramadhan, marilah kita doakan agar sekuruh karyawan Trans TV dan Para Group makin meningkat kesejahteraannya lahir dan batin! Amiinnn... Aminnn...Insya Allah !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...