Langsung ke konten utama

MUKJIZAT SHODAQOH DI TRANS TV, TIAP HARI PUKUL 17.40 WIB SELAMA RAMADHAN

Program Mukjizat Shodaqoh di Trans TV
Tiap hari selama Ramadhan, pukul 17.40 WIB

Memberi Inspirasi untuk Beramal Bagi Sesama


Selama bulan Ramadhan 1430 H ini (2009), di Trans TV ditayangkan program Mukjizat Shodaqoh. Program berdurasi 15 menit ini ditayangkan tiap hari, sekitar pukul 17.40 WIB menjelang saat berbuka puasa. Program ini berformat drama yang didasarkan pada kisah nyata (testimoni) sejumlah orang, yang merasa telah mengalami dan membuktikan sendiri mukjizat shodaqoh tersebut.

Dalam episode-episode yang sudah dan akan ditayangkan Trans TV, testimoni atau kesaksian itu diberikan oleh mereka yang kebetulan menjadi anggota jamaah Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz Yusuf Mansur dalam program ini bukan cuma berfungsi sebagai narasumber. Beliau juga membantu menyediakan orang-orang, yang telah terinspirasi untuk bershodaqoh dan mendapat manfaat nyata dari shodaqoh tersebut. Shodaqoh adalah amal ibadah yang bernilai sosial tinggi, dan semestinya sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, di mana kesulitan ekonomi dan kemiskinan rakyat masih terlihat di mana-mana.

Shodaqoh yang diberikan secara ikhlas, semata-mata karena Allah SWT, diyakini dapat memberikan banyak manfaat. Orang yang bershodaqoh tidak akan jadi miskin atau kekurangan, tetapi justru akan dipermudah rezekinya oleh Allah. Allah akan membalas shodaqoh yang diberikan seorang hamba Allah dengan pahala dan balasan yang berlipat ganda. Selain berpahala dan melancarkan jalannya rezeki, shodaqoh juga dapat menolak bala, penyakit, dan membantu terkabulnya doa.

Semoga tayangan sederhana ini dapat memberi manfaat pula bagi para penonton TV di Indonesia. Mereka mendambakan tayangan yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga diharapkan dapat memberi pencerahan, menginspirasi, dan memberi dampak positif yang meluas bagi masyarakat lainnya. Silahkan menyaksikan!

Jakarta, 26 Agustus 2009
Satrio Arismunandar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...