Langsung ke konten utama

HUMOR GUS DUR TENTANG LEE KUAN YEW - Joke Politik

Dikutip dari FB:
Humor Gus Dur tentang Lee Kuan Yew

Lee Kuan Yeuw memang pantas jengkel kepada Presiden Abdurrahman Wahid. Laksamana Sukardi, agen dagang Singapura yang diharapkan akan lebih mengikat ekonomi Indonesia kepada Singapura, hanya dikasih beberapa bulan jabatan Menteri BUMN untuk kemudian dipecat tanpa ampun!

Presiden Gus Dur juga memerintahkan penghentian ekspor pasir Riau yang amat dibutuhkan Singapura untuk menambak laut demi memeperluas daratannya. Ketika habis pula kontrak langganan ekspor air minum, Presiden tak mau memperpanjang kecuali Singapura mau memberi kenaikan harga empat kali lipat! (Dari Rp 15,- per galon jadi Rp 60,-. Kontrak itu tak pernah diperpanjang sampai Presiden lengser, kemudian Megawati memperpanjangnya dengan harga Rp 25,- per galon).

Wajar kalau Lee jadi sewot sekali. Begitu sewotnya sampai mengabaikan sopan-santun pergaulan diplomatik dan ikut-ikutan membuat pernyataan publik mendesak Presiden mengundurkan diri. Campur tangan tanpa malu macam itu sungguh menjengkelkan. Mungkin merupakan pelampiasan jengkel juga jika Presiden Gus Dur kemudian menciptakan lelucon olok-olok tentang Lee,

"Sejak menjabat PM Singapura, Lee Kuan Yew pakai tukang cukur pribadi yang rutin melayaninya tiga minggu sekali. Suatu hari, saat Lee mulai botak dan rambutnya menipis, tukang cukur bertanya, 'Tuan Perdana Menteri, kapan Anda berhenti dari jabatan?'

Diam sejenak, Lee menjawab arif, 'Terserah rakyat saja... pemilu masih tiga tahun lagi'.

Tukang cukur tak berkomentar. Hanya guntingnya bergerak sigap. Tapi beberapa jurus kemudian ia mengulangi pertanyaan yang sama. 'Tuan PM, kapan Anda berhenti dari jabatan?'

Lee pun memberi jawaban standar yang diucapkan dengan sabar.

Lee baru naik darah ketika hanya beberapa menit kemudian tukang cukur lagi-lagi menanyakan hal yang sama, seperti orang sinting yang nyinyir.

Ia bangkit dan melotot,'Kamu kenapa sih? Mau jadi pembangkang ya?!'

'Oh, tidak, Tuan', tukang cukur --ajaibnya-- tenang-tenang saja, 'saya tak mau berurusan dengan politik'.

'Habis? Ngapain kamu nanya-nanya gitu terus?'

Tukang cukur angkat bahu.

'Itu cuma soal teknis', katanya, 'setiap saya lontarkan pertanyaan itu, rambut Anda berdiri... jadi lebih gampang dipotong' " ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...