Langsung ke konten utama

Sinopsis Episode 19-24 PINTU SURGA, Drama Ramadhan 2011 Trans TV



SINOPSIS PER EPISODE - PROGRAM PINTU SURGA, TRANS TV
untuk diupload ke detik.com selama bulan Ramadhan (1 – 29 Agustus 2011)
Pintu Surga tayang tiap hari pkl. 16.30 – 17.30 WIB

Episode 19


Gara-gara salah paham, mengira ibunya meninggal, Fahmi sempat menangis keras. Ningrum memang jatuh sakit, mual, dan muntah-muntah. Nadya, yang sedang mengikuti program Pesantren Kilat (sanlat), juga merasakan firasat tentang sakitnya Ningrum. Di rumah, Satrio dan Fahmi harus bergantian merawat Ningrum.
Sementara itu, Alim menempatkan istrinya Anggi yang menderita lumpuh di rumah ibu Anggi. Dengan demikian, ada yang menjaga Anggi dan ada yang menemani anak perempuannya, Putri. Alim tetap merasakan pertentangan batin, antara cintanya pada istri dan dorongan dari saudaranya untuk menikah lagi.
Di pasar, Tini, Bang Mamat, dan sejumlah pedagang lain kesal, karena para pedagang tradisional ternyata tidak kompak. Ada sejumlah pedagang yang terhasut mendukung relokasi pasar secepatnya. Sedangkan, Alim didesak oleh atasannya untuk segera membereskan proyek renovasi pasar.
Satrio memutuskan berhenti bekerja pada Edo, karena merasa kerja menagih utang secara paksa itu tak sesuai dengan suara hatinya. Gara-gara pilihanya itu nyaris Satrio jadi korban aksi brutal Edo.

Episode 20

Nengsi dan Maeng yang berjalan tak tentu arah, terdampar di sebuah masjid. Maeng merasa tersentuh mendengar tausiah Ustadz Zaqi di masjid itu. Seusai tausiah, Ustadz Zaqi secara khusus menasehati Maeng agar kembali menjadi ”laki-laki sejati,” karena haram hukumnya lelaki berpenampilan seperti perempuan.
Sementara itu, Satrio berlatih orasi, untuk persiapan pekerjaan barunya sebagai koordinator demo. Kerja ini adalah order dari temannya, Yura.
Dalam perjalanan, Satrio kecopetan. Pencopet dompet itu adalah Ayu, si copet cantik. Karena dompet itu ternyata kosong, Ayu punya ide untuk mengembalikan dengan harapan mendapat upah. Tetapi apa lacur, justru Satrio bisa menebak taktiknya dan membuka kedok Ayu. Ayu dinasehati supaya insyaf dan berhenti mencopet.
Alim, yang tertarik pada Ningrum, mengajak anaknya Putri untuk menjenguk Ningrum yang sedang sakit. Di rumah Ningrum, Putri jadi bertemu lagi dengan Fahmi dan Adam.

Episode 21

Kepala sekolah minta Bu Ida memberitahu para siswa peserta Pesantren Kilat (sanlat), bahwa mereka harus memakai pakaian biasa lagi (tidak berjilbab) ketika masuk sekolah lagi nanti. Bu Ida yang sedang menuju pesantren dibuntuti oleh Bondang, sehingga ketakutan melihat gaya preman tanggung itu. Bondang yang ugal-ugalan malah jatuh dari motor.
Satrio menjenguk Nadya di pesantren, dan tak sengaja bertemu Bu Ida di pesantren. Bondang yang mau mendekati Bu Ida jadi batal, karena melihat Satrio. Ustadz Zaqi yang menaruh hati pada Ningrum sempat was-was, karena mengira Satrio itu suami Ningrum. Sedangkan Bondang, sesudah gagal mendekati Bu Ida, kini berbalik merayu Tini.
Di pesantren, terjadi kesalahpahaman karena surat Damar, yang sedianya ditujukan ke Nadya, malah jatuh ke tangan Rini. Rini yang naksir Reyhan, anak pemilik pesantren, mengira surat cinta itu berasal dari Reyhan.
Selain itu, terjadi kehebohan karena ulah orang bertopeng, yang berkeliaran di pesantren pada waktu malam, dan diduga maling. Orang itu sempat berkelahi dengan Nadya.

Episode 22

Tini dan Bondang kini berpacaran mesra, sehingga perilaku Tini menjadi tidak seperti biasanya di pasar. Alim menyambangi Ningrum di pasar, dan memberikan hadiah obat dari Cina. Tanpa disadari, Ningrum mulai menunjukkan rasa suka dikunjungi Alim, sehingga ia digodai oleh Tini.
Ustadz Zaqi, yang berbelanja beras untuk keperluan pesantren, juga ke pasar sehingga bertemu Ningrum.
Pak Bimo, tukang kredit yang juga ada hati pada Ningrum, tidak mendapat perlakuan manis dari Ningrum. Bimo mengira, ini pasti karena pengaruh adanya Alim.
Gara-gara Alim terlambat menjemput anaknya, Putri pulang sendiri. Tasnya dijambret dua anak bandel. Tetapi Putri ditolong oleh Adam dan Fahmi, yang berhasil merebut lagi tas itu. Adam, Fahmi, dan Putri lalu jadi bermain dan mengamen bersama.
Alim didamprat ibu mertuanya karena lalai menjemput Putri. Apalagi, sepulang sekolah, Putri jadi demam. Ibu mertuanya juga menuding, Alim mungkin ada main dengan wanita lain.

Episode 23

Gara-gara bertemu seorang pencari bakat alias koordinator artis figuran, Maeng dan Nengsi mengikuti audisi di sebuah stasiun TV, untuk memilih beberapa pemain sinetron. Tak terduga, justru karena tampilan apa adanya, keluguan, dan kekikukannya, mereka berdua terpilih. Maeng malah ditawari ikut pergelaran musik Ramadan, dengan syarat harus mengubah penampilan jadi macho dan jantan.
Ayu, si copet cantik, mencopet dompet milik seorang karyawan stasiun TV. Tetapi, ingat pesan dan nasehat Satrio, ia insyaf dan mengembalikan dompet itu ke si pemiliknya. Tak terduga, Ayu malah ditawari ikut casting untuk jadi pemain sinetron juga.
Di pesantren, para peserta Pesantren Kilat (sanlat) menyiapkan masakan berbuka puasa dengan memasak sendiri. Putra kyai, Reyhan, diam-diam selalu memperhatikan Nadya. Di sisi lain, Damar mencari-cari kesempatan untuk melihat Nadya, tetapi ia malah kepergok Gita. Damar terpaksa pura-pura. Ia bilang ingin melihat Gita memasak.

Episode 24

Satrio merasa resah dengan pekerjaan barunya sebagai koordinator demo. Dulu ia disuruh menggelar demo anti-pemerintah, tetapi kini ia diminta menggelar demo yang pro-pemerintah. Ini tak sesuai dengan suara hati nuraninya, meski ia dibayar mahal.
Karena sering menunggak SPP, Adam dan Fahmi diberi surat peringatan oleh Tata Usaha untuk diserahkan ke orangtua.
Ningrum mulai mengharapkan dikunjungi Alim. Tetapi Ningrum kecewa ketika mendengar bahwa Alim sudah beristri, sehingga merasa bersalah dengan perasaan itu. Alim sendiri, meski mulai ada hati pada Ningrum, selalu terbayang pada peristiwa kecelakaan yang membuat istrinya Anggi menderita lumpuh. Alim merasa berdosa.
Karena ingin bertemu Ningrum, Ustadz Zaqi mencari alasan untuk bisa ke pasar. Tetapi Nyai tidak merasa ada kebutuhan pesantren yang harus dibeli di pasar. Gara-gara salah paham, mengira Ustadz Zaqi mau mendekati Tini, Bondang melabrak Ustasdz Zaqi. Sementara itu, ketika Alim sibuk dengan urusan keluarga, anak buah Alim –Ratno dan Joni—mengintimidasi pedagang agar segera pindah lokasi.

(BERSAMBUNG)

Penyusun: Satrio Arismunandar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...