Langsung ke konten utama

Sinopsis Episode 25-29 PINTU SURGA, Drama Ramadhan 2011 Trans TV




SINOPSIS PER EPISODE - PROGRAM PINTU SURGA, TRANS TV
untuk diupload ke detik.com selama bulan Ramadhan (1 – 29 Agustus 2011)
Pintu Surga tayang tiap hari pkl. 16.30 – 17.30 WIB


Episode 25


Sejak lulus casting, Maeng, Nengsi dan Ayu berlatih olah fisik dan vokal, untuk memainkan peran dalam seni pertunjukan yang mereka pilih.
Peserta Pesantren Kilat (sanlat) melakukan tadabur alam dipimpin Ustadz Zaqi, Reyhan dan Sabila. Damar dan Rio dihukum membersihkan WC, karena mengirim surat ke santriwati, tapi mereka boleh ikut tadabur alam.
Ketika menyeberangi sungai dengan tambang, pegangan Gita terlepas, dan tubuhnya terseret arus. Untunglah, ia ditolong oleh Nadya. Karena kejadian ini, Gita dan Nadya --yang biasanya tidak pernah akur-- kini berbaikan.
Gangguan penyakit Anggi kambuh, sehingga sempat membikin cemas Alim, Putri, dan ibu Anggi. Sesudah serangan penyakit mereda, ibu Anggi atau mertua Alim kembali mendamprat Alim, yang dianggap sebagai suami yang kurang memperhatikan istri.
Fahmi ditemani Adam, menjenguk Nadya di pesantren. Nadya dinobatkan sebagai santriwati peserta sanlat terbaik, tapi ia ingin pulang, mendengar kabar ibunya sakit. Ketika pulang, Nadya melihat pasar terbakar. Waktu mau menolong seorang bocah dalam kebakaran itu, Nadya tertimpa musibah. Atap yang terbakar menimpa tubuhnya, sehingga luka bakar parah.

Episode 26


Nadya harus masuk rumah sakit. Wajahnya menderita luka bakar parah. Reyhan merasa bersalah, karena dia yang mengizinkan Nadya pulang dari pesantren. Ustdaz Zaqi, Kyai, dan Nyai menjenguk ke RS. Zaqi mengontak Ibu Ida agar memberitahu Ningrum tentang musibah itu. Ningrum, Satrio, Ibu Ida pun ramai-ramai ke RS.
Nenek Adam sakit dan oleh Adam dan Fahmi secara kebetulan dibawa ke RS yang sama. Mereka sempat repot karena dimintai uang muka perawatan oleh RS, padahal Adam tak punya uang. Nengsi dan Maeng juga menyusul, menjenguk nenek Adam di RS. Karena sakitnya, nenek Adam tak tertolong dan meninggal di RS.

Episode 27

Adam menangisi kematian neneknya. Ini membuat Maeng dan Nengsi ikut sedih.
Sementara itu, Ningrum sangat prihatin atas musibah kebakaran, yang membuat Nadya luka parah. Gita, yang kini sudah berbaikan dengan Nadya, bersama Rini, Maya, Restu, dan teman-teman lainnya menjenguk Nadya di RS.
Satrio pergi ke pasar, mencari sisa-sisa kios Ningrum yang masih bisa diselamatkan. Saat itu, para pedagang yang emosi nyaris memukuli Mang Usep, karena Mang Usep tak bisa mempertanggungjawabkan uang para pedagang, yang sedianya untuk menggalang demo antirelokasi. Satrio yang mencoba menengahi, akhirnya malah didaulat untuk jadi pemimpin demo.
Di sekolah, kepala sekolah menegur Bu Ida karena Bu Ida membela siswa yang mau memakai jilbab. Mereka terancam dikeluarkan dari sekolah. Bu Ida balas mengancam, jika para siswa itu dikeluarkan dari sekolah, Bu Ida juga akan mundur.
Si pencopet cantik yang sudah insyaf, Ayu, tak sengaja bertemu Maeng. Maeng pun merasa mendapat petunjuk dari Allah, untuk kembali menjadi laki-laki sejati, bukan banci.

Episode 28

Para siswa teman Nadya berdemo, memprotes larangan berjilbab yang diterapkan kepala sekolah. Gita mengancam, akan membocorkan bahwa Kepala Sekolah naksir Bu Ida. Gita dan Rini juga berinisiatif mengadakan saweran, untuk biaya pengobatan Nadya.
Sementara itu, para pedagang juga berdemo di kantor Alim. Ketika Alim keluar, Satrio kaget. Ia baru tahu, Alim adalah orang yang ditugasi merelokasi pasar. Satrio curiga, Alim selama ini pura-pura mendekati Ningrum sekadar untuk mencari informasi. Alim berjanji, akan mengusut kebakaran pasar dan tidak akan merelokasi pasar sampai para pedagang selesai berlebaran dan mudik.
Ningrum menegur Fahmi, yang selama ini diam-diam jadi pengamen untuk menambah penghasilan. Tapi saat itu Pak Bimo datang dan menagih utang. Bimo memanfaatkan kesulitan keuangan Ningrum, agar janda itu mau menerima dirinya.
Alim mengajak putri menjenguk Nadya di RS. Ia mau membantu membayar biaya pengobatan Nadya. Tapi Satrio memojokkan Alim. Ketika tahu Alim adalah kepala proyek relokasi pasar, Ningrum pun menolak pertolongan Alim. Pulang ke rumah, istri Alim yang menderita lumpuh, Anggi, cemburu mendengar kunjungan Alim ke Ningrum di RS.

Episode 29

Kyai, Nyai dan Ustadz Zaqi menemui Ningrum di RS dan memberi bantuan uang untuk pengobatan Nadya. Nadya sudah boleh pulang untuk rawat jalan di rumah. Ustadz Zaqi, yang sudah serius jatuh hati pada Ningrum, meminta restu Kyai untuk menikah.
Bu Ida nekad mengenakan jilbab ke sekolah, tetapi Kepala sekolah ternyata tidak berani memecat Bu Ida. Satrio kebetulan bertemu Bu Ida yang mau menjenguk Nadya di RS, dan menyatakan perasaannya. Bu Ida pun menerima Satrio sebagai pasangannya.
Nadya memenangkan lomba karya tulis. Dengan uang hadiah lomba itu, Nadya bisa menebus cincin ibunya yang digadaikan, juga membelikan baju baru untuk Satrio, Ningrum, Fahmi dan adam. Ketika Ningrum mau membayar biaya perawatan Nadya di RS, ternyata biaya itu sudah dibayar lunas oleh Alim.
Maeng dan Nengsi pulang kampung pas malam takbiran. Maeng sudah insyaf dan serius mau meninggalkan dunia banci. Adam, yang kini sudah tak punya siapa-siapa lagi, memutuskan ikut Maeng pulang kampung.

(TAMAT)

Jakarta, 16 Agustus 2011
Disusun oleh Satrio Arismunandar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...