Langsung ke konten utama

Sinopsis Episode 8-13 PINTU SURGA, Drama Ramadhan 2011 Trans TV



SINOPSIS PER EPISODE - PROGRAM PINTU SURGA, TRANS TV
untuk diupload ke detik.com selama bulan Ramadhan (1 – 29 Agustus 2011)
Pintu Surga tayang tiap hari pkl. 16.30 – 17.30 WIB

Episode 8


Kedatangan Reyhan, putra pemilik pesantren, ke sekolah Nadya menjadi perhatian para siswa putri. Reyhan yang ganteng menawarkan program Santri Kilat (sanlat) di pesantren untuk para siswa SMP. Nadya ingin ikut Sanlat tetapi ia merasa resah memikirkan biayanya, yang dikhawatirkan akan memberatkan ibunya. Untung, sahabatnya Rini mau membantu.
Damar, siswa jago olahraga yang populer di sekolah, juga mau ikut sanlat. Hal ini membikin kesal Gita, ”musuh” Nadya di sekolah, yang sangat menyukai Damar.
Di sisi lain, kepala sekolah marah kepada para guru, karena adanya siswi yang berjilbab. Hal ini dianggapnya melanggar peraturan.
Sementara itu, Satrio bertemu teman lamanya, Edo. Satrio gembira karena ditawari pekerjaan.

Episode 9

Maeng dan Nengsi merasa prihatin, karena uang hasil mengamen sangat minim. Mereka kebetulan bertemu Ayu, si pencopet cantik, dan diajak bekerjasama mencari mangsa untuk dicopet. Nengsi tegas menolak, tetapi Maeng terbujuk oleh ajakan Ayu.
Di saat lain, Satrio merasa tak enak hati, setelah menjalani pekerjaan yang ditawarkan teman lamanya, Edo. Ternyata Satrio disuruh menjadi tim penagih utang, yang tak segan-segan menyita harta milik orang yang ditagih utangnya.
Sementara proses relokasi pedagang pasar berjalan lambat, Ratno dan sejumlah anak buah Alim bermain mata dengan Boby, yang kalah tender dalam proyek renovasi pasar. Mereka tak sabar dengan sikap hati-hati Alim, yang melakukan pendekatan kemanusiaan dalam melaksanakan tugas merelokasi pedagang.
Fahmi dan Adam, yang mencari uang dengan mengamen, kali ini harus berurusan dengan Bang Jari. Bang Jari adalah preman setempat, yang mengkoordinir dan memeras tenaga anak-anak pengamen jalanan di daerah bersangkutan.

Episode 10

Program santri Kilat (sanlat) di pesantren akhirnya jadi berlangsung, diikuti oleh Nadya, Rini, Gita, Damar, dan para siswa lain. Santri putra dan putri dipisah asramanya. Gara-gara ada santri putri yang menangis di tengah malam, karena kangen pada ibunya, suasana pesantren sempat heboh. Hal ini karena suara tangis itu dikira berasal dari hantu.
Nadya sendiri juga merasa rindu pada ibunya, yang belum sempat menjenguknya di pesantren. Padahal sejumlah orangtua siswa lainnya sudah datang ke pesantren.
Alim sementara itu dinasehati oleh kakak kandung dan kakak iparnya, agar segera menikah lagi, karena istri Alim, Anggi, tak juga menunjukkan tanda-tanda akan sembuh dari kelumpuhan. Namun, sikap Alim yang enggan mencari istri baru membuat kakaknya kesal.

Episode 11

Sejak mendapat order pekerjaan dari Edo, kondisi keuangan satrio membaik. Namun, ia mengalami konflik batin, karena tidak suka dengan kerja sebagai penagih utang, yang tak jarang harus tampil tanpa belas kasihan, ketika menyita harta para penunggak utang.
Di pasar, persekongkolan untuk merelokasi pedagang tradisional terus berlangsung.
Sementara itu, Ningrum sempat berselisih dengan Tini, penjual yang berdagang di sebelah kiosnya, gara-gara Tini melakukan praktik curang pada pembeli dengan cara mengakali timbangan.
Ketika pulang dari pasar, Ningrum memergoki anaknya, Fahmi, yang berpakaian kumal karena baru pulang mengamen. Ningrum jadi kesal, karena Fahmi terkesan mulai tidak jujur.
Alim mampir ke rumah Ningrum, dan dengan niat baik memperbaiki sepeda Nadya yang penyok bekas tabrakan. Tetapi kehadiran Alim di sana justru menjadi sumber gosip, karena Tini sengaja menyuruh Bondang untuk memata-matai.

Episode 12

Tini menyebarkan gosip ke Pak Bimo bahwa Ningrum sudah punya pacar baru. Ini sesudah Bondang melaporkan, Alim sempat datang ke rumah Ningrum. Akibatnya, Tini dan Ningrum bertengkar hebat. Sebetulnya, gosip ini muncul berakar dari kecemburuan Tini pada Ningrum yang lebih cantik.
Sementara itu, Ratno dan Joni berusaha memprovokasi Alim, atasannya, agar segera bertindak merelokasi pedagang tradisional. Tetapi Alim, yang merasa curiga, tidak mudah dikecoh. Ini membuat Ratno dan Joni kesal.
Pada kesempatan lain, Maeng dan Nengsi berdialog panjang. Maeng merenungkan pertentangan batin dalam dirinya, dengan tampilannya sebagai banci, tetapi ada dorongan untuk kembali berperilaku sebagaimana layaknya laki-laki normal.

Episode 13

Pesantren jadi heboh, sesudah Gita, selaku salah satu peserta Santri Kilat (sanlat), melaporkan kehilangan dompetnya. Karena sudah terlanjur benci pada Nadya, sasaran kecurigaan Gita langsung saja tertuju pada Nadya. Ternyata dompet itu cuma terselip di bawah tikar masjid.
Ningrum mengunjungi Nadya di pesantren. Ketika ngobrol, Nadya mempertanyakan arti kunjungan Alim ke rumah ibunya. Nadya menduga, Alim mencoba mendekati ibunya, padahal Nadya belum rela ada lelaki lain menggantikan posisi mendiang ayahnya. Pernyataan Nadya membuat Ningrum tertegun.
Pada kesempatan lain, Fahmi dan Adam yang sedang mengamen menemukan uang 50 ribuan, yang terserak jatuh dari tas Putri –anak perempuan Alim. Sesudah sempat menimbang-nimbang, Fahmi dan Adam mengembalikan uang itu ke Putri.
Karena penampilannya yang feminin, Maeng --yang sedang berjalan bersama Nengsi-- pada suatu ketika diejek sekelompok pemuda iseng. Berkat kefasihannya membaca Al-Quran, Maeng bisa menundukkan kelompok pemuda iseng tersebut.

(BERSAMBUNG)


Satrio Arismunandar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...