Langsung ke konten utama

KONSEP INTI MELEK MEDIA (MEDIA LITERACY)


Menurut Center for Literacy Media di Santa Monica, California, AS, ada lima konsep inti dalam melek media:

1.Semua pesan media dikonstruksi
2.Pesan-pesan media dikonstruksi menggunakan bahasa kreatif dengan aturan-aturannya sendiri
3.Orang yang berbeda mengalami pesan media yang sama secara berbeda
4.Media memiliki nilai-nilai dan sudut pandang yang melekat padanya
5.Sebagian besar pesan media dikonstruksi untuk memperoleh profit dan/atau kekuasaan

Semua pesan media dikonstruksi

Tayangan yang muncul di layar TV sudah melalui proses panjang, yang melibatkan aktor-aktor seperti: reporter, kamerawan, produser, presenter, editor, dsb. Hasil akhir yang dilihat penonton bukanlah sesuatu teks yang obyektif ataupun alamiah (apa adanya). Banyak keputusan terkait dengan proses penciptaan sebuah teks, dan audiens hanya melihat hasil akhirnya. Audiens tidak mengetahui ide atau gagasan-gagasan yang tertolak dalam proses penciptaan tersebut, yang mungkin bisa menghasilkan variasi yang tak terhingga terhadap teks media.
(Pertanyaan: Siapa yang menciptakan pesan ini?)

Pesan-pesan media dikonstruksi menggunakan bahasa kreatif dengan aturan-aturannya sendiri

Semua tayangan TV memiliki bahasanya sendiri, yang dapat dipahami dengan menganalisis secara seksama terhadap berbagai suara (audio) dan gambar (visual), yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
(Pertanyaan: Teknik-teknik kreatif apa yang digunakan untuk menarik perhatian saya?)

Orang yang berbeda mengalami pesan media yang sama secara berbeda

Setiap penonton memiliki latar belakang pendidikan, usia, pekerjaan, ras, agama, suku, jenis kelamin, dan lain-lainnya yang berbeda. Mereka juga punya pengalaman hidup yang berbeda. Dua orang yang mengkonsumsi teks media yang persis sama, mungkin akan memperoleh pemaknaan yang sangat berbeda.
(Pertanyaan: Bagaimana kiranya orang yang berbeda memahami pesan media ini secara berbeda dengan saya?)

Media memiliki nilai-nilai dan sudut pandang yang melekat padanya

Teks atau tayangan media tidaklah obyektif. Tayangan tersebut mengandung nilai-nilai tertentu, dan dengan tayangan itu ia memberitahu kita para penonton tentang siapa atau isu apa yang penting. Sebaliknya, dengan tidak menayangkan orang atau isu lain tertentu, media TV menyatakan bahwa orang atau isu lain tersebut tidaklah penting.
(Pertanyaan: Gaya hidup, nilai-nilai, dan sudut pandang apa yang diwakilkan, atau dihapus, dari pesan ini?)

Sebagian besar pesan media dikonstruksi untuk memperoleh profit dan/atau kekuasaan
Sebagian besar pesan media TV dibuat untuk memperoleh audience (penonton) tertentu, sehingga para pengiklan dapat memasarkan produk-produknya. Kita perlu memahami adanya motivasi uang/finansial tersebut, untuk mengetahui kepentingan-kepentingan siapa sebenarnya yang dilayani oleh media.
(Pertanyaan: Mengapa pesan ini dikirimkan?)

Satrio Arismunandar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...