Langsung ke konten utama

STEVE JOBS - Sang Jenius dan Visioner Abad 21


STEVE JOBS – Sang Jenius dan Visioner Abad 21
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 15 Oktober 2011, pukul 7.00 WIB

Kematian Steve Jobs karena penyakit kanker pankreas pada usia 56 tahun, adalah kehilangan besar bagi dunia, khususnya dunia teknologi informasi. Steve Jobs, dengan orisinalitas produk, karya dan visi masa depannya, dipandang telah mengubah sejumlah mimpi fiksi ilmiah menjadi kenyataan. Produk-produknya juga telah berperan meluas, dengan ikut mengubah jalannya industri-industri lain.

Merintis perusahaan komputer Apple dari sebuah garasi rumah di Los Altos , Steve Jobs tumbuh menjadi tokoh besar di dunia teknologi informasi. Ia membuat gebrakan dengan meluncurkan iPod, alat pemutar musik digital mini pada 2001, yang serta merta menggeser kepopuleran Walkman dari abad sebelumnya. Kesuksesan iPod, lalu disusul dengan munculnya iTunes, iPhone (2007), dan terakhir iPad (2010).

Di sela ribuan pujian yang ditujukan padanya, sebetulnya tidak semua karya Steve Jobs --yang sangat tertutup soal kehidupan pribadi dan keluarganya ini-- menuang keberhasilan di pasar. Ada juga produk yang gagal, seperti Apple TV tahun 2007. Namun, sekian banyak kesuksesannya telah menutupi kegagalan itu, hingga nyaris tak diingat orang.

Salah satu resep untuk meraih sukses, menurut Steve Jobs, adalah kita harus mencintai dan memiliki hasrat mendalam terhadap hal-hal yang kita lakukan. Mengapa? “Karena, orang yang tidak memiliki hasrat mendalam akan mudah menyerah dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.

Warisan berupa nilai-nilai yang bersifat inspiratif dari mendiang Steve Jobs sangat patut direnungkan, termasuk untuk kita yang di Indonesia. Karena berbagai hal itulah, News Trans TV akan menayangkan profil mantan CEO Apple yang sangat kreatif dan inspiratif ini, pada program dokumenter RIWAYAT, yang selalu hadir di layar Trans TV, Sabtu pagi, pukul 7.00 WIB.

Jakarta, 14 Oktober 2011

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Trans TV

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...