Langsung ke konten utama

NELSON MANDELA - Saksikan kisahnya di Riwayat Trans TV, Sabtu 17 Des 2011, pkl.7.00 WIB


NELSON MANDELA – Pejuang Anti-Apartheid Afrika Selatan
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 17 Desember 2011, pukul 7.00 WIB

Perjuangan melawan rasisme dan politik apartheid di Afrika Selatan tak mungkin dipisahkan dari nama Nelson Mandela. Lahir di desa kecil Mvezo, distrik Umtata, Afsel pada 18 Juli 1918, Mandela adalah aktivis anti-apartheid, yang memimpin sayap militer Kongres Nasional Afrika (ANC). Karena aksi perlawanannya itu, ia diganjar hukuman seumur hidup oleh penguasa kulit putih, meski akhirnya ”hanya” menjalani hukuman 27 tahun penjara sejak 1962.

Sesudah pembebasannya dari penjara pada 11 Februari 1990, Mandela memimpin partainya dalam perundingan, yang akhirnya melahirkan demokrasi multi-ras pada 1994. Mandela pun terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan, dan ia menjabat pada 1994-1999.

Sebagai presiden, Mandela banyak memberi prioritas pada rekonsiliasi antara warga kulit hitam dan kulit putih. Ia juga menaruh perhatian khusus pada kebijakan, untuk mengatasi problem kemiskinan dan ketidaksetaraan di Afrika Selatan.

Mandela sudah menikah tiga kali dan memiliki enam anak. Ia juga memperoleh lebih dari 250 penghargaan selama empat dasawarsa, dan mendapat Nobel Perdamaian pada 1993. Kisah kehidupan Mandela dan perjuangannya dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.


Jakarta, 15 Desember 2011
Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...