Langsung ke konten utama

WARKOP DKI - Saksikan Legenda Lawak Ini di Riwayat Trans TV, Sabtu 24 Des 2011, pkl.7.00 WIB


WARKOP DKI – Grup Lawak Indonesia yang Intelektual
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 24 Desember 2011, pukul 7.00 WIB


Dari sekian banyak grup lawak yang sempat eksis di panggung dunia hiburan Indonesia, Warkop DKI –yang awalnya disebut Warkop Prambors—menempati posisi tersendiri. Grup lawak ini dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Kecuali Indro yang kuliah di Universitas Pancasila, semuanya adalah mahasiswa UI.

Warkop berawal dari acara santai Obrolan Malem Jumatan di Radio Prambors tahun 1973, yang waktu itu hanya melibatkan Badil, Nanu dan Kasino. Tahun 1974, Dono dan Indro ikut bergabung. Grup Warkop ini akhirnya tampil di panggung, masuk dapur rekaman, dan secara bertahap meraih popularitas dan kesuksesan. Ketika Warkop mulai tampil di panggung, Badil yang tak tahan demam panggung tidak ikut lagi di grup ini. Tahun 1980, Badil jadi wartawan Kompas.

Salah satu keunggulan grup lawak ini adalah tingkat intelektualitas para personelnya, karena berlatar belakang mahasiswa (yang lalu menjadi sarjana). Gaya lawakannya tak jarang ”menyerempet” hal yang porno atau isyu politis. Mereka mengritik pemerintah lewat parodi dan humor. Warkop juga sadar betul tentang perlunya profesionalitas dan pengembangan diri. Warkop bahkan membentuk staf tersendiri, yang ditugasi mencari bahan lawakan.

Setelah sekian lama eksis di panggung dan siaran radio, Warkop terjun ke film. Pada dekade 1980-an dan 1990-an, mereka sukses membintangi lebih dari 30 film komedi, yang laris manis ditonton masyarakat. Ketika era produksi film merosot, Warkop pun hadir di serial komedi di televisi swasta.

Sementara itu, sejak meninggalnya Nanu karena sakit ginjal pada 1983, anggota Warkop berkurang jadi tiga orang. Tahun 1986, Warkop lepas dari Radio Prambors dan menjadi Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro). Berikutnya, Kasino meninggal pada 1997, disusul Dono pada 2001. Sehingga pada Desember 2011 ini, tinggal Indro yang tersisa dari personel Warkop.

Kisah Warkop DKI yang melegenda dan para personelnya ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 23 Desember 2011
Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...