Langsung ke konten utama

BARACK OBAMA - Saksikan Kisahnya di Riwayat Trans TV, Sabtu 14 Jan 2012, Pkl.7.00 WIB


BARACK HUSSEIN OBAMA – Presiden Kulit Hitam Pertama di AS
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 14 Januari 2012, pukul 7.00 WIB


Menjadi Presiden AS itu sebenarnya seperti menjadi Presiden dunia. Hal ini terasa karena posisi dan pengaruh AS sebagai negara adidaya, yang memiliki kekuatan militer dan ekonomi terbesar di dunia. Itulah sebabnya, dunia ikut gempar dan merasakan euforia ketika Barack Hussein Obama, seorang warga kulit hitam, terpilih menjadi Presiden ke-44 Amerika. Ini sejarah baru karena dunia politik AS biasanya didominasi kalangan WASP (White, Anglo-Saxon, Protestant).

Lahir di Honolulu, Hawaii, pada 4 Agustus 1961, Obama meraih pendidikan di Columbia University dan Harvard University. Ia menjadi aktivis sosial, sebelum menjadi Senator dari Illinois. Empat tahun menjadi Senator, Obama akhirnya terpilih menjadi Presiden AS. Ia dengan Wakil Presiden Joe Biden dilantik pada 20 Januari 2009.

Munculnya Obama di tampuk kepemimpinan AS mendapat reaksi hangat di Indonesia. Obama kecil memang pernah tinggal di Jakarta bersama ibunya Ann Dunham dan ayah tirinya Lolo Soetoro, sekitar tahun 1967-1971. Ayah kandung Obama, yakni mendiang Barrack Hussein Obama, Sr, adalah muslim asal Kenya yang menikahi Ann Dunham di Hawaii, tapi lalu mereka berpisah ketika Obama yunior masih berusia 2 tahun.

Ketika awal berkuasa, Obama menjanjikan bentuk hubungan baru antara AS dan dunia Islam. Semula begitu banyak harapan ditujukan pada Obama, dan ini terwujud dalam bentuk pemberian penghargaan Nobel Perdamaian untuk Obama. Namun, realitas politik domestik Amerika, yakni ketergantungan Obama pada dana dan dukungan lobi Yahudi, membuat langkah Obama untuk mendamaikan Palestina dan Israel jadi tersendat. Karena pertimbangan pragmatis, Obama tak bisa tegas terhadap kesewenang-wenangan dan pelanggaran HAM, yang terus-menerus dilakukan Israel.

Pemilihan presiden AS mendatang menjadi tantangan tersendiri bagi Obama. Apakah ia bisa terpilih lagi, atau cukup satu masa jabatan saja? Perjalanan hidup Obama yang penuh kisah menarik ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 13 Januari 2012

Satrio Arismunandar
Executive Producer, Divisi News Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...