Langsung ke konten utama

SADDAM HUSSEIN - Saksikan Kisahnya di Riwayat Trans TV, Sabtu 7 Jan 2012, pkl. 7.00 WIB


SADDAM HUSSEIN – Pemimpin Irak yang Berani Melawan AS dan Israel
Saksikan di RIWAYAT, Trans TV, Sabtu, 7 Januari 2012, pukul 7.00 WIB


Pemimpin Arab yang dua kali terlibat dalam perang melawan militer Amerika dan para sekutunya di Timur Tengah adalah Saddam Hussein. Saddam Hussein Abd al-Majid al-Tikriti adalah Presiden kelima Irak, yang menjabat sejak 16 Juli 1979 sampai kejatuhannya pada 9 April 2003. Meski dikenal sebagai pemimpin otoriter yang ditakuti, Saddam juga dikagumi oleh rakyat di dunia Arab, karena keberaniannya melawan AS dan Israel.

Saddam --yang beretnis Muslim Sunni-- lahir di al-Awja, 13 km dari kota kecil Tikrit, Irak, pada 28 April 1937. ”Saddam” dalam bahasa Arab berarti ”orang yang keras kepala” atau ”dia yang menentang”. Ia adalah tokoh Partai Ba’ath Irak, yang menganjurkan nasionalisme Pan-Arab yang sekular, modernisasi ekonomi, dan sosialisme Arab. Saddam berperan penting dalam kudeta tak berdarah 1968, yang menaikkan Partai Ba’ath ke kekuasaan di negeri penghasil minyak tersebut.

Memerintah dengan tangan besi, dan sering dituduh melakukan pelanggaran HAM dalam skala luas, Saddam menjadikan Irak negara yang kuat secara militer. Irak terlibat dalam perang melawan Iran pada 1980-1988. Serbuan Irak ke Kuwait pada 2 Agustus 1990, memicu terjadinya Perang Teluk 1991, yang menghancurkan ekonomi Irak. Tetapi Saddam tetap bertahan di kekuasaan, meski pada 1991 terjadi pemberontakan warga Kurdi di sebelah utara dan warga Syiah di selatan Irak.

Dengan tuduhan bohong bahwa Irak menyembunyikan senjata pemusnah massal, AS kembali menyerbu Irak pada 2003. Nasib Saddam kali ini berakhir tragis. Pada 13 Desember 2003, Saddam ditangkap oleh pasukan AS yang menginvasi Irak. Ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di bawah pemerintahan baru Irak yang didukung AS, dan lalu dieksekusi pada 30 Desember 2006.

Perjalanan hidup Saddam yang dramatis dan penuh gejolak ini dapat disaksikan di program Riwayat, Sabtu, pukul 7.00 WIB, hanya di Trans TV.

Jakarta, 4 Januari 2012

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division Trans TV
HP: 0819 0819 9163

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...