Langsung ke konten utama

Sinopsis dan Konsep Program SEPENGGAL SEJARAH - News Trans TV


Sepenggal Sejarah adalah sebuah program magazine dokumenter berdurasi 30 menit, yang dibuat oleh Divisi News Trans TV. Program ini mengangkat berbagai peristiwa dalam sejarah, baik yang terjadi di Indonesia maupun di negara-negara lain, berdasarkan tanggal kejadiannya. Selalu ada peristiwa yang patut diangkat untuk setiap tanggal di kalender, meskipun dengan tahun kejadian yang berbeda-beda.

Diupayakan, penyajian kisah-kisah itu bersifat utuh, bukan sekadar kaleidoskop. Hal ini karena sebuah peristiwa sejarah pada dasarnya tidaklah terjadi dalam ruang vakum, tetapi terjadi dalam konteks situasi tertentu. Peristiwa itu pastilah juga tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan peristiwa-peristiwa lain.

Yang diangkat di program Sepenggal Sejarah bukan cuma peristiwa yang “berat” dan “serius,” seperti peristiwa sosial-politik dan ekonomi. Tetapi bisa juga peristiwa yang menyangkut perkembangan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kebudayaan, sastra, dan film. Selain itu, bisa juga peristiwa yang mengandung drama kemanusiaan, seperti bencana alam tsunami, gempa bumi, kecelakaan pesawat terbang, tenggelamnya kapal penumpang, dan sebagainya.

Sepenggal Sejarah dijadwalkan tayang perdana pada Senin, 9 Januari 2012. Seterusnya, program ini akan tayang setiap Senin sampai Jumat, pukul 16.30 WIB.

Perbedaan Sepenggal Sejarah dengan program dokumenter Riwayat, yang tayang tiap Sabtu pagi pukul 7.00 WIB, adalah Riwayat mengangkat person atau individu yang muncul dalam sejarah. Seperti: Soekarno, Hatta, Soeharto, Nelson Mandela, Che Guevara, Bunda Teresa, Imelda Marcos, Barack Obama, David Beckham, Rudy Hartono, dan sebagainya.

Sedangkan Sepenggal Sejarah lebih berfokus pada peristiwanya. Seperti: Proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, jatuhnya bom atom di Hiroshima, awal pecahnya perang di Bosnia-Herzegovina, invasi militer Amerika ke Irak, bencana tsunami di Aceh, jatuhnya pesawat Garuda di Yogyakarta, tenggelamnya kapal Tampomas, dan sebagainya. ***


Jakarta, 5 Januari 2012.

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division Trans TV
HP : 0819 0819 9163

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...