Langsung ke konten utama

WorLD: Pengembangan Profesi Guru sebagai Tonggak Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam Pendidikan


WorLD: Pengembangan Profesi Guru sebagai Tonggak Penggunaan ICT dalam Pendidikan

Program The World Links for Development (WorLD) dimulai di Uganda pada 1997 di bawah pengawasan Institut Bank Dunia. Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah, untuk membawakan manfaat dari Internet dan WWW ke sekolah-sekolah menengah di suatu negara.

Program The WoRLD memiliki tiga komponen: Konektivitas, Pelatihan, dan Pemantauan dan Evaluasi. Sementara banyak organisasi internasional dan lokal terfokus pada pemberian teknologi ke sekolah-sekolah, WorLD selama bertahun-tahun telah membangun reputasi yang mengesankan sebagai salah satu dari penyedia utama layanan pengembangan profesi bagi guru, administratur sekolah, dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang di seluruh dunia.

Program Pengembangan Profesi WorLD Bagi Guru, yang disampaikan terutama lewat tatap-muka oleh pelatih internasional dan lokal, dengan online susulan, terbagi dalam lima tahap:

Tahap 1. Melek Komputer
Tujuan: Untuk mengenalkan dasar-dasar teknologi komputer dan membantu peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan melek komputer dasar.

Tahap 2. Pengenalan ke Internet untuk Pengajaran dan Pembelajaran

Tujuan: Mengenalkan konsep-konsep mendasar, teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memperkenalkan teknologi jejaring dan Internet untuk pengajaran dan pembelajaran; memprakarsai diskusi tentang kemungkinan-kemungkinan baru, membangkitkan proyek-proyek email dasar.

Tahap 3. Pengenalan ke Proyek-proyek Pembelajaran Telekolaboratif
Tujuan: Pengenalan ke telekolaborasi edukasional --dari struktur aktivitas ke penciptaan, desain, implementasi dan penyebaran proyek-proyek orisinal.

Tahap 4: Kurikulum dan Integrasi Teknologi

Tujuan: Mengembangkan keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana mencipta, memadukan dan memfasilitasi praktik-praktik ruang kelas yang inovatif, yang memadukan teknologi jejaring dan kurikulum.

Tahap 5: Inovasi: Pedagogi, Teknologi dan Pengembangan Profesi

Tujuan: Mengembangkan keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana mengevaluasi dan menyebarkan praktik-praktik ruang kelas yang inovatif, seraya menangani keprihatinan sosial dan etis.

WorLD juga telah mengembangkan model-model pelatihan bagi pembuat kebijakan tentang manajemen ICT edukasional dan tentang telecenter.

WoRLD saat ini aktif di lebih dari 20 negara di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan. Sudah dicanangkan untuk menggelindingkan programnya di Asia Tenggara – di Kamboja, Laos, Vietnam, Indonesia dan Filipina —pada 2003.

Sumber: WorLD. Program Profile. 2001.

Diterjemahkan oleh Satrio Arismunandar - 081908199163

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...