Langsung ke konten utama

Sinopsis Buku "Membangun SDM Indonesia Emas" Karya Ivan Taufiza

Ada satu persoalan besar yang dihadapi Indonesia. Dengan sekian banyak sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya, mengapa Indonesia seolah-olah kalah maju dibandingkan dengan negara-negara lain, yang bisa dibilang tak punya banyak SDA, seperti Jepang, Korea Selatan, atau Singapura? Kata kunci untuk menjawab pertanyaan itu adalah sumber daya manusia (SDM).

Buku karya Ivan Taufiza ini ingin memberi kontribusi bagi kemajuan Indonesia dari sisi kunci itu. Yakni, bahwa langkah awal untuk memajukan Indonesia adalah dengan membangun SDM Indonesia yang berkualitas, tangguh, ulet, cerdas, profesional, memiliki kesadaran etika, dan siap berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain. Jadi, SDM yang berkualitas “emas”.

Benang merah inilah yang merangkai seluruh tulisan dalam buku ini, yang merupakan kumpulan artikel Ivan, yang terentang dari tahun 2005 sampai 2016. Berbagai artikel itu dipilah ke dalam bab-bab tematik, agar memudahkan pembaca memahaminya. Setiap artikel dilengkapi keterangan tahun penulisannya, agar pembaca memahami konteks situasi dan kondisi bangsa, ketika tulisan itu dibuat.

Meskipun sejumlah artikel itu ditulis pada tahun-tahun sebelumnya, isinya ternyata tetap relevan dengan kondisi yang dihadapi Indonesia sekarang, sehingga sangat patut dibaca. Dalam hal etika, misalnya, menurut Ivan, yang diperlukan sekarang adalah tindakan nyata, bagaimana Pemerintah mampu membuat bangsa Indonesia bersedia bekerja keras, disiplin, serta membangun nilai-nilai moral serta etika, agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Bukan hanya itu, di ujung setiap bab, Ivan juga memberikan sejumlah tips praktis yang berguna, bagaimana mengimplementasikan pemikirannya dalam praktik konkret. Misalnya, tips tentang cara terbaik untuk meningkatkan penghasilan sebagai karyawan, yakni amelalui negosiasi total paket kompensasi. Jadi, Ivan tidak bicara di awang-awang, tetapi justru sangat membumi.

Melalui buku ini, Ivan berupaya memberikan beragam alternatif solusi terhadap berbagai permasalahan yang terkait SDM, melalui pemikiran kreatif, terobosan, sekaligus langkah-langkah konkret. Hal itu adalah kontribusi Ivan bagi sebuah kerja besar bersama, membangun SDM Indonesia.

Buku ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa atau dosen dari disiplin keilmuan manajemen dan SDM. Buku ini juga berguna bagi para praktisi HRD di berbagai industri, yang sehari-hari menangani masalah SDM di kantornya. ###

Jakarta, 7 Desember 2016
Satrio Arismunandar

Notes:Buku “Membangun SDM Indonesia Emas” karya pakar SDM Ivan Taufiza itu dijadwalkan diluncurkan pada Kamis, 8 Desember 2016, pukul 11.00-13.00 WIB, di Pipiltin Cocoa (Pintu MacDonald), Toserba Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi. Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia. Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman. Wujud implementasi berikutnya, kata Hasma...

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Oleh: Satrio Arismunandar Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya. Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009). Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam ka...

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Oleh: Satrio Arismunandar PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung. Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education. Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktiv...